MEDIA BELAJAR “PLASTISIN”

Guru Sekolah Dasar diwajibkan memiliki krestfitas dan penguasaan dalam berbagai media pembelajaran yang digunakan dalam mengajar. Termasuk dalam pembuatan media bagi belajar siswa dalam pelajaran kesenian yaitu seni rupa dari plastisin yang anak-anak TK/PAUD juga mempeoleh pengalaman membuat beraneka ragam bentuk plastisin dalam berbagai rupa. ada yang membuat hewan-hewan, sayur-sayuran, kue-kuean dan lain sebagainya. Kelak anak didik diajarkan membuat bentuk rupa yang mereka ketahui dan inginkan.

Dan dalam pertemuan mata kuliah Media Pembelaran ini kami diberi kebebasan oleh pembimbing kami untuk membuat lima bentuk dari plastisin dengan pilihan tema masing-masing berbeda dan ada yang sama. Dan saya memilih tema hewan air: Katak, kura-kura, cumi-cumi, kepiting, dan siput. Bisa dilihat hasil karya saya…

Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu  berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.

Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahannyaadalah: tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatannya rumit.

Tentu sulit sekali menjelaskan sesuatu yang bersifat abstrak kepada anak SD, apalagi mereka berada dalam tahap perkembangan operasional konkret. Jika seorang guru terpaksa untuk menjelaskan hal yang abstrak, agar siswa mampu menangkap maksud guru dengan baik maka seorag guru dapat memberikan contoh. Kegiatan yang bersifat hands on tentu akan lebih berkesan pada siswa. Saat siswa mendapat teori, kemudian mengalaminya secara langsung, ilmu yang didapat tidak akan mudah hilang atau lenyap.

Melalui kegiatan membuat media 3 dimensi, anak akan dibekali kemampuan dalam berketerampilan dan untuk lebih memahamkan siswa terhadap suatu bhan ajar. Apalagi karakteristik anak yang suka bermain, dengan pembuatan media 3 dimensi yang berbahan pastisin ini selain membuat minat siswa untuk belajar meningkat, bahannya pun murah dan  mudah untuk dicari.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: